Menulis Resensi Buku Kumpulan Cerpen

Posted: March 10, 2011 in Uncategorized

 

  • Pengertian

    Kata resensi diserap dari bahasa Belanda ‘resentie’. Di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia kata resensi berarti tinjauan . Di dalam bahasa Inggris terdapat istilah review yang berarti tinjauan pula. Istilah book review berarti tinjauan buku, film review berarti tinjauan film.

    Makna gramatikal tinjauan adalah hasil dari kegiatan meninjau. Kata meninjau berarti melihat, mengamati, memeriksa, dan menimbang. Hasil peninjauan terhadap suatu objek secara garis besar ada dua, yakni yang bersifat positif dan negatif, atau ada kelebihan dan kekurangan.

    Dalam berbagai tulisan, sering digunakan istilah timbangan buku, bedah buku, atau khasanah dunia pustaka ( versi TVRI Yogyakarta). Pada hakikatnya istilah-istilah itu artinya sama, yakni mengamati, memeriksa, atau meneliti dan mempertimbangkan kelebihan dan kekurangan buku sehingga pembaca mendapatkan wawasan tentang sebuah buku dari pakar yang berkompeten. Pada akhirnya, seorang pembaca resensi mempunyai keinginan untuk memiliki buku tersebut.

     

  • Unsur-unsur Resensi

    Secara garis besar, resensi buku, khususnya kumpulan cerpen, berisi tentang jati diri buku yang mencakup judul, sampul, pengarang, penerbit, tahun penerbitan, jumlah halaman, ilustrasi, dan cetakan. Selain itu, juga berisi gambaran isi buku. Resensi kumpulan cerpen berisi sinopsis cerpen di dalam kumpulan buku tersebut. Dalam hal isi inilah penulis resensi memberikan pertimbangan kepada pembaca tentang cerpen yang memiliki keunggulan dan kelemahan serta letak keunggulan dan kelemahannya. Ini bukan berarti semua cerpen dosoroti. Biasanya seorang peresensi hanya akan menyoroti secara rinci bagian yang dianggap menonjol saja.

     

  • Cermati contoh resensi berikut ini!

     

    Bertokoh Binatang, Tapi Bukan Cerita Binatang

     

    Djenar Mahesa Ayu, anak dari sutradara terkenal Indonesia Syumanjaya almarhum ini, lahir di Jakarta 14 Januari 1973. Dia menulis banyak cerpen yang dimuat di berbagai harian terkemuka di Indonesia, Kompas, Republika, Media Indonesia, dan Majalah sastra Horizon, kemudian dikumpulkan dalam antologinya berjudul Mereka Bilang Aku Monyet. Judul yang tampaknya sangat ekstrem. Buku ini diterbitkan PT Gramedia Pustaka Utama, 2003 dengan tebal 136 halaman. Untuk buku kumpulan cerpen sebanyak sebelas buah tidak dapat disebut buku yang tebal. Satu cerpen rata-rata terdiri atas sepuluh halaman. Maka untuk membaca buku ini tidaklah memerlukan tenaga yang berat.

    Mereka Bilang Aku Monyet adalah salah satu cerpen di buku antologi ini selain Lintah, Durian, Melukis Jendela, SMS, Menepis Harapan, Waktu Nayla, Wong Asu, Namanya,.., Asmoro, dan Manusya dan Dia. Ada tokoh-tokoh aneh dalam cerpen ini manusia berkaki empat, berekor anjing, babi, dan kerbau. Berbulu serigala, landak, atau harimau, berkepala ular, banteng, atau keledai. Caranya mereka makan di meja makan, caranya berbicara sangat sopan. Bahkan mereka juga gemar membaca buku, menulis catatan, bergaun, berdasi. Katanya dia juga punya perasaan dan akal, melebihi akal manusia. Hal ini mengingatkan cerita binatang masa lalu. Namun, gaya hidupnya sangat modern. Mungkin juga pikiran kita terbayang pada film kartun di televisi. Cerpen semacam ini tentu tidak bisa dimasukkan dalam bentuk cerita lama atau cerita binatang yang sangat konvesional. Cara mereka berpikir, berbicara, bersikap, dan memiliki kegemaran melebihi manusia-manusia normal. Bahkan mengejek tokoh aku dalam cerpen itu yang konon dikatakan tidak berotak dan tidak berperasaan. Ejekan itulah seolah-oleh menteror perasaan tokoh aku.

    Ada tokoh binatang lain dalam cerpennya, yakni Lintah. Menggambarkan betapa tertekannya seorang gadis remaja gara-gara ibunya memelihara lintah yang sangat dicintainya melebihi cintanya kepada anak gadisnya sendiri itu.

    Cerpen-cerpen lainnya berkisah tentang remaja dengan cintanya, kekurangbahagiannya gara-gara ayah ibunya sibuk, bahkan sampai pelecehan seksual yang berujung pada kesadisan yang luar bisa. Cerpen ini penuh imajinasi. Maka kalau membaca cerpen ini harus mempersiapkan imajinasi kita. Kalau tidak, kita tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali kebingungan.

     

    Penerapan konsep

  1. Setelah membaca contoh di atas, isilah kolom berikut ini !

 

Jatidiri Buku

Jenis buku :

Judul buku :

Pengarang :

Penerbit :

Tahun :

Tebal Buku :

Sinopsis (Ringkasan)

 

 

 


 

Kekurangan

 


 

 

 

 


 

Kelebihan

 

 


 

 

 

  1. Bacalah buku kumpulan cerita pendek kemudian buatlah sebuah resensi!

 

Resensi buku nonfiksi

  1. fisik buku
  2. resume (ringkasan)
  3. kelebihan dan kekurangan

 

Fungsi resensi : menjembatani pembaca dan pengarang

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s